Selasa, 01 November 2011

TEORI TENTANG SIKLUS EKONOMI (BUSINESS CYCLE)


Kegiatan ekonomi masyarakat senantiasa bergerak menurut pola yang secara periodik menunjukkan pentahapan gelombang menaik dan menurun.
Dapat dikatakan adanya pasang-surut kegiatan ekonomi dalam perkembangan keadaan. Fenomena pasang-surut dalam gerak gelombang kegiatan ekonomi itu dalam dunia ilmu ekonomi di Eropa barat lazim disebut konjungtur ekonomi, sedang dalam karya pengarang Inggris mula-mula digunakan istilah Trade Cycle, dan di Amerika Serikat diistilahkan Business Cycle. Dalam telaah tinjauan Prof Soemitro Djojohadikusumo (1991) digunakan istilah “siklus kegiatan ekonomi” atau singkatnya siklus ekonomi.
Suatu siklus dalam kegiatan ekonomi mencerminkan fluktuasi (gerak menaik-menurun) secara bergelombang pada kegiatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Fluktuasi serupa seperti itu terjadi secara berulang dalam suatu jangka waktu tertentu, Secara umum dapat dikatakan bahwa siklus kegiatan ekonomi terulang secara periodik, akan tetapi tidak mutlak perlu bersifat reguler; artinya jangka waktu itu dalam masing-masing siklus tidak harus selalu sama lamanya. Sering siklus-siklus ekonomi berbeda satu dari lainnya, baik mengenai lama-tidaknya jangka waktu maupun mengenai amplitude-nya (jarak antara puncak gelombang dan garis titik rata-rata).
Pola siklus ekonomi mencakup tahap ekspansi yang pada suatu saat berbalik menuju tahap kemunduran yang kelak disusul oleh pemulihan ke arah ekspansi lagi. Tahap ekspansi ditandai oleh kegiatan ekonomi yang semakin
Siklus ekonomi menyangkut segala segi ekonomi dalam kehidupan masyarakat yang akhirnya tercermin pada produk nasional dan pendapatan nasional (dikatakan oleh Soemitro Djojohadikusumo; istilah siklus kegiatan ekonomi atau siklus ekonomi/economic cycle).
Pengertian tentang teori siklus ekonomi sangat relevan dalam rangka pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi yang menyangkut kebijakan negara untuk melakukan perubahan struktural dalam tata susunan ekonomi masyarakat yang memakan usaha jangka panjang untuk masa waktu beberapa generasi.

Asal Mula Pemikiran Perihal Siklus Ekonomi
Beberapa bagian penting dalam teori siklus ekonomi sudah ditemukan sebagai bagian-bagian dalam kerangka pemikir Klasik Ortodoks, dan diluar Mazhab Klasik adalah pemikiran Karl Marx dan Friederich Engels. Pertengahan abad XIX, John Stuart Mill, dalam Principles of Political Economy (1848) mengungkapkan tentang adanya krisis krisis komersial (commercial crisis) yang muncul secara periodik. Dalam tahun yang sama, Marx dan Engels di Communist Manifesto (1848) juga menyatakan krisis komersial yang dialami secara berulang-ulang dan periodik sebagai salah satu ciri pokok sistem kapitalis. Kemudian dalam bagian kedua abad XIX Clement Juglar (ilmuwan bangsa Perancis) membeberkan secara empiris sistematis sifat dan corak krisis komersial yang berulang secara periodik. Juglar adalah pengarang pertama kali yang menggunakan istilah siklus (cycle) dengan menonjolkan perkiraan-perkiraan lamanya masa waktu menaik dan menurunnya kegiatan ekonomi di antara peristiwa dua krisis. Dengan kata lain, ditunjukkannya panjang-pendeknya gelombang suatu siklus kegiatan ekonomi: dari titik terendah sampai titik terendah berikutnya.
Clement Juglar harus dianggap pakar perintis yang meletakkan dasar pengembangan teori siklus ekonomi selanjutnya. Kemudian lama tidak ada pemikiran baru, setelahnya akhir abad XIX awal abad XX muncul pemikiran Tugan-Baranowski (ekonom dari Rusia) yang menyajikan kerangka analisis dan dasar teori sebagai landasan pemikiran modern ilmu siklus ekonomi. Juglar dan Tugan-Baranowski adalah dua pakar ekonomi yang pemikirannya mengawali perkembangan teori siklus ekonomi, yang selama  bagian pertama abad XX dikembangkan, dipaparkan sejumlah tokoh pemikir lain diantaranya: Arthur Spiethof (Jerman), Albert Aftalion (Perancis), Joseph Schumpeter (Austria), Wesley Mitchell (Amerika), Gottfried von Haberler (Jerman), Friederich von Hayek (Austria).
Berbagai Jenis tentang Siklus Ekonomi
Setelah diterbitkannya karya Joseph Schumpeter mengenai permasalahan siklus ekonomi (Business Cycle), kini lazim dibedakan antara empat jenis siklus ekonomi. Dalam hubungan ini dikenal siklus jangka pendek, siklus jangka menengah, siklus jangka menengah/panjang, dan siklus jangka panjang. (yang  disebut juga gelombang jangka panjang ataupun gerak kecenderungan jangka panjang). Pentahapan  waktu tersebut langsung terkait dengan faktor kekuatan paling berperan dalam gerak kegiatan gelombang ekonomi yang bersangkutan.
 
1.     Siklus Jangka Pendek, menyangkut gerak gelombang kegiatan ekonomi selama 3-4 tahun (rata-rata berkisar pada 40 bulan) dari tingkat terendah sampai tingkat terndah berikutnya, dinamakan siklus Kitchen,
2.     Siklus Jangka Menengah, meliputi masa waktu 7-11 tahun (rata-rata berkisar 9 tahun), disebut Siklus Juglar,
3.     Siklus Jangka Menengah/Panjang, masa waktu 15-22 tahun (rata-rata kurang dari 20 tahun), disebut siklus Kuznets.
4.     Gerak Kecenderungan Jangka Panjang, menyangkut gelombang ekonomi selama masa waktu 40-60 tahun (rata-rata 54 tahun) dikenal sebagai Gelombang Kondratieff. Nicolai Kondratieff pemikir besar bangsa Rusia awal abad XX murid dari Tugan-Baranowski.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar